Popular Post

Posted by : Unknown Tuesday, January 14, 2014


             Di sebuah desa tinggalah sepasang kekasih yang saling mencintai dan saling mempercayai. Sang pria adalah seorang pemburu yang handal yang bernama Jethro, sedangkan sang wanita adalah perempuan bernama Ziva yang menjadi kembang desa di tempatnya. Namun masalah selalu menyelimuti kehidupan mereka. Dari yang iri sampai cemburu. Hingga suatu saat datanglah seorang wanita yang cantik dan pintar ke desa sepasang kekasih tinggal. Wanita ini bernama Putri. Putri melihat Jethro yang gagah dan tangguh sehingga ia jatuh hati kepadanya. Ternyata Jethro adalah kekasih dari Ziva.
            
            Karena Putri cemburu kepada sepasang kekasih ini, maka ia meminta bantuan penyihir untuk membantunya. Akhirnya penyihir memberi ramuan yang dapat memisahkan sang sepasang kekasih. Ramuan ini dapat membuat Jethro menjadi seekor monyet dan Ziva menjadi seekor iguana.
            
            Rencana jahat pun telah disusun Putri. Pesta makan malam pun digelar di rumahnya yang merupakan bagian dari rencana jahatnya. Sepasang kekasih itu pun datang bersama-sama dengan senyum dan kebahagiaan. Saat makanan disajikan ternyata di makanan mereka berdua sudah dicampur ramuan dari penyihir.

            Setelah makan malam selesai, mereka pun pulang untuk beristirahat. Keesokan paginya sang sepasang kekasih ini terkejut, mereka sudah berubah menjadi seekor monyet dan iguana. Tanpa menemui pasangannya mereka pergi meninggalkan rumah masing-masing karena takut akan dibunuh oleh penduduk desa.

            Sang pria pergi ke hutan menju barat, sang wanita pergi ke hutan menuju utara. Mereka berpisah sangat jauh dan tak pernah bertemu. Rasa rindu selalu menghantui mereka. Kata perpisahan tak sempat diucapkan, pelukan terakhir tak sempat diberikan, hanya rindu yang dapat mereka rasakan.

            Hingga suatu hari Jethro yang sudah menjadi seekor monyet pergi mencari buah-buahan di hutan sebelah utara. Terdengar suara rintihan dari keajauhan “aduh.. aduh.. tolong..”, “suara apa itu?” gumam si monyet. Akhirnya si monyet mencari sumber suara tersebut.

            Ternyata itu adalah suara seekor iguana yang kakinya sedang terluka. Si monyet pun menolong si iguana dan membawanya ke rumah iguana. “Terima kasih sudah menolong saya” kata si iguana. Monyet pun hanya terdiam sambil menyembuhkan kakinya yang terluka.

“Untuk beberapa hari kamu tidak bisa berjalan.” Kata si monyet.
“Jadi bagaimana saya mencari makan?” Iguana bertanya.
“Oleh karena itu saya akan tinggal disini sampai kaki kamu sembuh”
“Baiklah kalau begitu.”

Karena hari semakin gelap dan matahari sudah di ufuk barat, akhirnya mereka beristirahat untuk menyiapkan hari esok.

            Pagi-pagi sekali monyet sudah terbangun untuk mencari air dan makanan. Ketika sedang menyiapkan makanan terdengar suara rintihan “Aduh.. sakit..”, ternyata itu adalah suara iguana yang terjatuh karena berusah berjalan. Monyet pun segera membantu iguana untuk berjalan dan membawanya ke tempat makan yang sudah disiapkan.

            Disela-sela sarapan iguana pun bertanya. “Kenapa kamu mau menolong saya?” kata sang iguana. “Simpel, karena kamu baik” jawaban dari monyet. “Darimana kamu tahu kalau saya orang baik?” iguana pun bertanya lagi. “Cerita ada seekor iguana yang baik hati sudah menyebar luas ke seluruh hutan dan saya lihat kamu adalah hewan baik” jawaban dari sang monyet.

            Iguana pun bercerita kepada monyet bahwa ia dahulu memiliki seorang kekasih yang sangat mencintainya, namun ia pergi tanpa bertemu lagi dengan kekasihnya itu. Mendengar cerita itu sang monyet langsung mengingat dirinya yang mengalami hal seperti itu juga. Namun iguana dan monyet tak mengatahui bahwa mereka adalah sepasang kekasih itu yang sudah lama tak bertemu.

            Karena mereka mengalami nasib yang sama akhirnya mereka menjadi teman dekat dan menjadi sahabat. Segala cerita yang pernah mereka alami diceritakan semua oleh monyet dan iguana. Mereka bercerita seolah telah mengenal lama satu sama lain. Persahabatan sudah terjalin diantara mereka. Hingga kaki sang iguana sembuh dan monyet kembali kerumahnya. Walau pun begitu mereka masih saling berhubungan.

            Hingga suatu saat sang iguana jarang menemui monyet. Entah apa yang dialami iguana, sang monyet merasa kesepian. Karena rasa gelisah dan khawatir yang dirasakan monyet, akhirnya monyet pergi kerumah sang iguana. Sang monyet pun terkejut. Karena iguana tidak ada di rumahnya. Monyet bertanya kepada hewan-hewan yang ada di sekitar situ, namun tidak ada yang mengetahui iguana dimana.

            Monyet pun hanya berharap ada yang mengetahui keberadaan sang iguana. Harapan sang monyet pun terkabul. Disaat ia sedang mencari iguana, ada seekor rusa yang menghampiri monyet dan memberitahu keberadaan iguana. “Hai monyet sepertinya aku mengetahui keberadaan iguana temanmu itu” rusa mengahmpiri. “Dimana?” dengan cepatnya monyet  bertanya. “Kemarin aku melihat iguana sedang berada dirumah penyihir. Ia seperti bersedih dan menunggu pertolongan” jawaban sang rusa.

            Tanpa mengucapkan terimakasih kepada rusa, monyet langsung pergi ketempat sang penyihir. Ia berayun dengan lincah tanpa mengenal lelah. Sesampainya di rumah penyihir, monyet pun langsung masuk dengan paksa. Ia langsung menyelamatkan iguana dan lekas pergi dari tempat itu. Namun ketika sudah di depan pintu mereka dihadang oleh sang penyihir yang mengetahui keberadaan mereka.

            Mereka pun mencari jalan yang lain. Namun disaat mereka menghindar dari sang penyihir, tidak sengaja mereka menumpahkan ramuan penyihir itu dan terkena ramuannya. Dan ternyata itu adalah ramuan penetral yang dapat merubah mereka kembali menjadi manusia.

            Disaat mereka kembali menjadi manusia, penyihir ketekutan yang sejadi-jadinya. Karena ia takut akan dibunuh oleh sang pria. Karena ketakutan ia menceritakan hal yang sebenarnya kepada mereka berdua. Kejujuran sang penyihir, telah membuat Jethro memaafkan dirinya. Mereka pun kembali ke desa mereka.

            Mereka menceritakan hal yang sebenarnya terjadi kepada penduduk desa. Akhirnya penduduk desa mengusir Putri dari desa. Entah kenapa sepasang kekasih ini merasakan hal yang berbeda. Bukan rasa cinta, bukan rasa sayang, dan bukan pula rasa suka. Mereka pun menyadari bahwa ada yang lebih dari sekedar kekasih, yaitu persahabatan.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2025 My Second World - Life Is Simple - Powered by Blogger - Designed by Mdanan13 -