- Back to Home »
- Cerpen »
- Monyet dan Iguana
Posted by : Unknown
Tuesday, January 14, 2014

Karena
Putri cemburu kepada sepasang kekasih ini, maka ia meminta bantuan penyihir
untuk membantunya. Akhirnya penyihir memberi ramuan yang dapat memisahkan sang
sepasang kekasih. Ramuan ini dapat membuat Jethro menjadi seekor monyet dan Ziva
menjadi seekor iguana.
Rencana
jahat pun telah disusun Putri. Pesta makan malam pun digelar di rumahnya yang
merupakan bagian dari rencana jahatnya. Sepasang kekasih itu pun datang bersama-sama
dengan senyum dan kebahagiaan. Saat makanan disajikan ternyata di makanan
mereka berdua sudah dicampur ramuan dari penyihir.
Setelah
makan malam selesai, mereka pun pulang untuk beristirahat. Keesokan paginya
sang sepasang kekasih ini terkejut, mereka sudah berubah menjadi seekor monyet
dan iguana. Tanpa menemui pasangannya mereka pergi meninggalkan rumah
masing-masing karena takut akan dibunuh oleh penduduk desa.
Sang
pria pergi ke hutan menju barat, sang wanita pergi ke hutan menuju utara. Mereka
berpisah sangat jauh dan tak pernah bertemu. Rasa rindu selalu menghantui
mereka. Kata perpisahan tak sempat diucapkan, pelukan terakhir tak sempat
diberikan, hanya rindu yang dapat mereka rasakan.
Hingga
suatu hari Jethro yang sudah menjadi seekor monyet pergi mencari buah-buahan di
hutan sebelah utara. Terdengar suara rintihan dari keajauhan “aduh.. aduh..
tolong..”, “suara apa itu?” gumam si monyet. Akhirnya si monyet mencari sumber
suara tersebut.
Ternyata
itu adalah suara seekor iguana yang kakinya sedang terluka. Si monyet pun
menolong si iguana dan membawanya ke rumah iguana. “Terima kasih sudah menolong
saya” kata si iguana. Monyet pun hanya terdiam sambil menyembuhkan kakinya yang
terluka.
“Untuk beberapa hari kamu tidak bisa berjalan.” Kata si monyet.
“Jadi bagaimana saya mencari makan?” Iguana bertanya.
“Oleh karena itu saya akan tinggal disini sampai kaki kamu sembuh”
“Baiklah kalau begitu.”
“Jadi bagaimana saya mencari makan?” Iguana bertanya.
“Oleh karena itu saya akan tinggal disini sampai kaki kamu sembuh”
“Baiklah kalau begitu.”
Karena hari semakin gelap dan matahari sudah di ufuk barat, akhirnya mereka
beristirahat untuk menyiapkan hari esok.
Pagi-pagi
sekali monyet sudah terbangun untuk mencari air dan makanan. Ketika sedang
menyiapkan makanan terdengar suara rintihan “Aduh.. sakit..”, ternyata itu
adalah suara iguana yang terjatuh karena berusah berjalan. Monyet pun segera membantu
iguana untuk berjalan dan membawanya ke tempat makan yang sudah disiapkan.
Disela-sela
sarapan iguana pun bertanya. “Kenapa kamu mau menolong saya?” kata sang iguana.
“Simpel, karena kamu baik” jawaban dari monyet. “Darimana kamu tahu kalau saya orang
baik?” iguana pun bertanya lagi. “Cerita ada seekor iguana yang baik hati sudah
menyebar luas ke seluruh hutan dan saya lihat kamu adalah hewan baik” jawaban
dari sang monyet.
Iguana
pun bercerita kepada monyet bahwa ia dahulu memiliki seorang kekasih yang
sangat mencintainya, namun ia pergi tanpa bertemu lagi dengan kekasihnya itu.
Mendengar cerita itu sang monyet langsung mengingat dirinya yang mengalami hal
seperti itu juga. Namun iguana dan monyet tak mengatahui bahwa mereka adalah
sepasang kekasih itu yang sudah lama tak bertemu.
Karena
mereka mengalami nasib yang sama akhirnya mereka menjadi teman dekat dan
menjadi sahabat. Segala cerita yang pernah mereka alami diceritakan semua oleh
monyet dan iguana. Mereka bercerita seolah telah mengenal lama satu sama lain.
Persahabatan sudah terjalin diantara mereka. Hingga kaki sang iguana sembuh dan
monyet kembali kerumahnya. Walau pun begitu mereka masih saling berhubungan.
Hingga
suatu saat sang iguana jarang menemui monyet. Entah apa yang dialami iguana,
sang monyet merasa kesepian. Karena rasa gelisah dan khawatir yang dirasakan
monyet, akhirnya monyet pergi kerumah sang iguana. Sang monyet pun terkejut.
Karena iguana tidak ada di rumahnya. Monyet bertanya kepada hewan-hewan yang
ada di sekitar situ, namun tidak ada yang mengetahui iguana dimana.
Monyet
pun hanya berharap ada yang mengetahui keberadaan sang iguana. Harapan sang
monyet pun terkabul. Disaat ia sedang mencari iguana, ada seekor rusa yang
menghampiri monyet dan memberitahu keberadaan iguana. “Hai monyet sepertinya
aku mengetahui keberadaan iguana temanmu itu” rusa mengahmpiri. “Dimana?”
dengan cepatnya monyet bertanya.
“Kemarin aku melihat iguana sedang berada dirumah penyihir. Ia seperti bersedih
dan menunggu pertolongan” jawaban sang rusa.
Tanpa
mengucapkan terimakasih kepada rusa, monyet langsung pergi ketempat sang
penyihir. Ia berayun dengan lincah tanpa mengenal lelah. Sesampainya di rumah
penyihir, monyet pun langsung masuk dengan paksa. Ia langsung menyelamatkan
iguana dan lekas pergi dari tempat itu. Namun ketika sudah di depan pintu
mereka dihadang oleh sang penyihir yang mengetahui keberadaan mereka.
Mereka
pun mencari jalan yang lain. Namun disaat mereka menghindar dari sang penyihir,
tidak sengaja mereka menumpahkan ramuan penyihir itu dan terkena ramuannya. Dan
ternyata itu adalah ramuan penetral yang dapat merubah mereka kembali menjadi
manusia.
Disaat
mereka kembali menjadi manusia, penyihir ketekutan yang sejadi-jadinya. Karena
ia takut akan dibunuh oleh sang pria. Karena ketakutan ia menceritakan hal yang
sebenarnya kepada mereka berdua. Kejujuran sang penyihir, telah membuat Jethro
memaafkan dirinya. Mereka pun kembali ke desa mereka.
Mereka
menceritakan hal yang sebenarnya terjadi kepada penduduk desa. Akhirnya penduduk
desa mengusir Putri dari desa. Entah kenapa sepasang kekasih ini merasakan hal
yang berbeda. Bukan rasa cinta, bukan rasa sayang, dan bukan pula rasa suka.
Mereka pun menyadari bahwa ada yang lebih dari sekedar kekasih, yaitu
persahabatan.